Jumat, 29 Januari 2010

etika bisnis, filosofi

TUGAS; Pengantar Etika Bisnis



1. Sebutkan dan jelaskan tingkatan etika bisnis dan bagaimana perusahaan secara sederhana di katakan berkualits?
Jawab :
1. Level satu : Tahap Prakonvensional
Pada tahap pertama, seorang anak dapat merespon peraturan dan ekspektasi sosial dan dapat menerapkan label-label baik, buruk, benar dan salah.

Tahap satu : Orientasi Hukuman dan Ketaatan
Pada tahap ini, konsekuensi fisik sebuah tindakan sepenuhnya ditentukan oleh kebaikan atau keburukan tindakan itu. Alasan anak untuk melakukan yang baik adalah untuk menghindari hukuman atau menghormati kekuatan otoritas fisik yang lebih besar.

Tahap dua : Orientasi Instrumen dan Relativitas
Pada tahap ini, tindakan yang benar adalah yang dapat berfungsi sebagai instrument untuk memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan mereka yang dipedulikan anak itu.

2. Level dua : Tahap Konvensional
Pada level ini, orang tidak hanya berdamai dengan harapan, tetapi menunjukkan loyalitas terhadap kelompok beserta norma-normanya. Remaja pada masa ini, dapat melihat situasi dari sudut pandang orang lain, dari perspektif kelompok sosialnya. Tahap Tiga : Orientasi pada Kesesuaian Interpersonal Pada tahap ini, melakukan apa yang baik dimotivasi oleh kebutuhan untuk dilihat sebagai pelaku yang baik dalam pandangannya sendiri dan pandangan orang lain.

Tahap Empat : Orientasi pada Hukum dan Keteraturan
Benar dan salah pada tahap konvensional yang lebih dewasa, kini ditentukan oleh loyalitas terhadap negara atau masyarakat sekitarnya yang lebih besar. Hukum dipatuhi kecuali tidak sesuai dengan kewajiban sosial lain yang sudah jelas.

3. Level tiga : Tahap Postkonvensional, Otonom, atau Berprinsip
Pada tahap ini, seseorang tidak lagi secara sederhana menerima nilai dan norma kelompoknya. Dia justru berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang secara adil mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dia mempertanyakan hukum dan nilai yang diadopsi oleh masyarakat dan mendefinisikan kembali dalam pengertian prinsip moral yang dipilih sendiri yang dapat dijustifikasi secara rasional. Hukum dan nilai yang pantas adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang memotivasi orang yang rasional untuk menjalankannya.

Tahap Lima : Orientasi pada Kontrak Sosial
Tahap ini, seseorang menjadi sadar bahwa mempunyai beragam pandangan dan pendapat personal yang bertentangan dan menekankan cara yang adil untuk mencapai consensus dengan kesepahaman, kontrak, dan proses yang matang. Dia percaya bahwa nilai dan norma bersifat relative, dan terlepas dari consensus demokratis semuanya diberi toleransi.

Tahap Enam : Orientasi pada Prinsip Etika yang Universal
Tahap akhir ini, tindakan yang benar didefinisikan dalam pengertian prinsip moral yang dipilih karena komprehensivitas, universalitas, dan konsistensi. Alasan seseorang untuk melakukan apa yang benar berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral tersebut dan dia melihatnya sebagai criteria untuk mengevaluasi semua aturan dan tatanan moral yang lain. Teori Kohlberg membantu kita memahami bagaimana kapasitas moral kita berkembang dan memperlihatkan bagaimana kita menjadi lebih berpengalaman dan kritis dalam menggunakan dan memahami standar moral yang kita punyai. Namun tidak semua orang mengalami perkembangan, dan banyak yang berhenti pada tahap awal sepanjang hidupnya. Bagi mereka yang tetap tinggal pada tahap prakonvensional, benar atau salah terus menerus didefinisikan dalam pengertian egosentris untuk menghindari hukuman dan melakukan apa yang dikatakan oleh figur otoritas yang berkuasa. Bagi mereka yang mencapai tahap konvensional, tetapi tidak pernah maju lagi, benar atau salah selalu didefinisikan dalam pengertian norma-norma kelompok sosial mereka atau hukum negara atau masyarakat mereka. Namun demikian, bagi yang mencapai level postkonvensional dan mengambil pandangan yang reflektif dan kritis terhadap standar moral yang mereka yakini, benar dan salah secara moral didefinisikan dalam pengertian prinsip-prinsip moral yang mereka pilih bagi mereka sendiri sebagai yang lebih rasional dan memadai.

 Bagaimana perusahaan secara sederhana di katakan berkualits :
Bagaimana persepsi mereka terhadap masalah akan menciptakan problem solving environment yang merupakan cerminan dari nilai-nilai ini. Bagi mereka masalah adalah sebuah kesempatan untuk berkembang dan manager yang buruk adalah orang yang selalu menyatakan no problems. Masalah yang dijumpai ditelusuri dengan mencari akar permasalahan, dieksplorasi melalui pertanyaaan apa yang telah terjadi (what) dan mencari tahu mengapa terjadi (why) dan bukan mencari siapa yang bersalah (who). Bandingkan dengan situasi kebanyakan yang berada di lingkungan perusahaan-perusahaan kita. Masalah adalah sesuatu yang buruk, pertanda manager yang jelek, dan kemudian mencari siapa yang bersalah dan bukan mencari apa yang salah dan mengapa terjadi. Jika perlu malah mencari kambing hitam.


2. Sebutkan dan jelaskan Substansi Etika Bisnis?
Jawab :
1. Simpati: perasaan yang memandang organisasi/komunitas lain yang kemudian lahir kesediaan untuk menolongnya.
2. Empati: perasaan yang mengakui perbedaan yang ada dalam komunitas lain dan turut merasakan apa yang mereka alami.
3. Komitmen: perasaan sebagai bagian dari komunitas dan rela bekerjasama dengan komunitas tersebut.

3. Jelaskan pengertian etika secara filosofi dan menurut kattsoff dan dimana bedanya?
Jawab :
 Pengertian etika secara filosofi adalah;
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

 Pengertian etika menurut kattsoff adalah;
Etika adalah merupakan penjelasan-penjelasan dalam filsafat yang membicarakan masalah predikat betul (right) dan salah (wrong) dalam arti susila (moral) dan tidak susila (immoral).


4. Apa pendapat saudara terhadap kasus bakso tikus dan majalah playboy?
Jawab :
 c\\\
Pendapat saya pribadi, justru ini harusnya menjadi cambuk kepada pemerintah untuk serius memikirkan pedagang bakso. Tapi, bagaimana bisa? urusan yang strategis, seperti sektor pendidikan saja pemerintah masih belum optimal. Ada hal serius dalam kasus bakso ini. Bakso boraks sebenarnya bisa tak ada di nusantara ini, andai pemerintah mengontrol tata niaga zat kimia bahan boraks. Kedua. Pemerintah harusnya ALERT dengan tayangan
ini. Pemerintah harus memberi pendidikan kepada tukang bakso untuk membuat bakso yang aman dan layak di konsumsi. Tentang Bakso tikus, Pemerintah harusnya sadar. Jika kenaikan BBM berdampak hingga ke isi bakso. Harga daging ikut naik, pedagang bakso
yang kepepet jadi nekad mengganti dengan daging tikus. Saya melihatnya lebih ke arah struktural. Lalu menanyakan kenapa sumber kami di buat "anonim" alias disamarkan identitasnya? Karena kami bukan polisi apalagi Badan POM. Ada syarat ketat untuk mengambil keputusan sumber disamarkan identitasnya. Salah satunya, nara sumber harus 100% sumber primer.

 Kasus majalah playboy;
karena konotasi playboy di mata masyarakat tertentu adalah majalah porno sehingga banyak yang menentangnya padahal sesungguhnya majalah playboy versi Indonesianya tidak seperti yang terbit di luar negeri. coba aja namanya di beri judul. JADUL atau yang unik pasti tidak akan ada yang mempermasalahkan. kita bias lihat di jalan-jalan, kios-kios, koran banyak tabloib yang menampilkan foto-foto syur/lebih hot dari playboy, dijual bebas bahkan dibeber / dipampang dijalan sehingga anak kecilpun bisa melihatnya, tapi itu tidak pernah ada masalah. Lihat saja majalah dewasa di negeri ini, banyak juga yang menampilkan foto-foto syur tapi mereka lempeng/tenang-tenang saja.
Bagi saya selama apa yag disampaikan sangat informadit dan edukatif, serta tidak melanggar norma masyarakat di negeri ini. (tepat sasaran konsumennya) saya anggap sah-sah saja.


5. Sebutkan model etika dalam bisnis?
Jawab :
1. Immoral Manajemen;
Merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis, yaitu tipe ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas. Baik dalam internal organisasi maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya.
2. Immoral Manajemen;
Merupakan tingkatan tipe yang dianggap kurang peka, bahwa segala keputusan bisnis yang mereka perbuat sebenarnya langsung atau tidak langsung akan memberikan efek pada pihak lain/menjalankan bisnis tanpa tanpa memikirkan peka aktivitas bisnisnya sudah memiliki dimensi etika atau belum.
3. Moral Manajemen;
Merupakan tingkat tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atu moralitas dalam bisnis/pada level tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar